Wajahmu begitu mudah menipu mataku.
Sikapmu kadang kala membuatku mengerti.
Aku, aku yang belum mampu.
Mampu membuatmu bangga.
Aku, aku yang belum bisa.
Bisa membuatmu bahagia.
Aku hanya bisa membuatmu kecewa.
Kecewa akan apa yang terjadi saat ini.
Malam mungkin sering kujadikan tempat mengadu.
Berdiam diri, tertutup pada siapapun.
Kini tak ada yang pernah tau lagi.
Tak satupun yang kuberi tau.
Aku diam, dan aku hanya bisa membisu.
Izinkan aku walau hanya sejenak di sampingmu.
Tapi kapal tempat ku berlayar sudah tenggelam.
Samudera yang kuarungi mengamuk.
Sampan yang tersisa pun sudah lapuk.
Apalagi dayung yang kupunya sudah patah.
Izinkan aku walau hanya sedetik didekatmu.
Mungkin belum saatnya, mungkin nanti.
Izinkan aku untuk sejenak membuatmu bahagia.
Izinkan aku untuk selalu membuatmu bangga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar