Detik-detik bermuram.
Sayup-sayup bercerita.
Nada-nada menari.
Jiwa-jiwa terlelap.
Namun hati tak pernah tidur.
Letih takkan pernah lalu.
Maha agung memberi anugerah.
Belum hari ini, mungkin esok.
Di tepian balkon bercerita.
Menulis dengan penuh harap.
Andai saja, tapi tak mungkin lagi.
Arwah telah pergi.
Kini tak mungkin, di sana aku dinanti.
Dengan harap aku akan pulang
Tunggu aku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar