Karya : Mutia Diska
Senyum, dulu kau undang datang.
Pilu, dulu kau usir perlahan.
Tawa, dulu kau bawa pulang.
Perih, dulu kau buang jauh.
Tapi tangis kau seret perlahan.
Air mata kau luapkan deras.
Tak pernah berfikir itu sakit.
Tak pernah berfikir itu luka.
Sadis cara yang kau tikam.
Membuat kelumpuhan di otak.
Ucapmu mengiris remuk.
Tidak seperti kelembutan yang dulu.
Berbeda, dan aku tidak percaya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar