Denting piano kadang kala menenangkan.
Gesekan biola membuatku diam.
Seharusnya aku masih percaya pada gitar.
Meski senarnya menjeratku.
Nada yang kusuka sudah jarang kudengar.
Namun, nada sumbing itu kini muncul lagi.
Engkau,padahal engkau suara merdu yang sejuk.
Dan senandungmu membuatku tegar.
Seriosamu membuatku semakin sayang.
Tak hanya itu, kau punya musikalitas.
Dan musikalisasimu membuatku rindu.
Kau bukan musikus, tapi aku cinta.
Karena alunanmu yang begitu tenang.
Tapi aku harus berlajar musikologi.
Untuk apa? Hanya untuk memahamimu.
Agar musikalitas yang kau punya bisa kumiliki.
Aku bukan musikolog yang mengerti tentangmu.
Tapi kita sering berperan dalam musikal rasa.
Musikal yang kita ciptakan berirama.
Melodi yang juga kita rangkai berdua.
Dengan melodika yang kita beli petang hari.
Sehingga semua melodius kita jadi sejarah.
Sejarah yang akan muncul pada opera sederhana.
Sesederhana rasa yang kita punya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar