Lembab, pengap dan aku terjerat.
Sesak, terdekap kegelapan.
Dingin, menggigil dan aku lumpuh.
Sesak, terpeluk kedinginan.
Letih, penat dan aku tertatih.
Sesak, tertusuk kesakitan.
Entah bagaimana, aku tak mengerti.
Entah kenapa, aku dibingungkan.
Genggaman tangan yang kini luka.
Jemari yang kini kaku.
Tangan yang tak lagi bernadi.
Kaki yang tak lagi berarteri
Seakan melayang diantariksa terluar.
Seakan malam selalu abadi.
Seakan pagi tak kan kunjung kembali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar