Karya : Mutia Diska
Sudah, dan jangan lagi.
Cukup, dan tak perlu lagi.
Hujan telah tertakung di tadahnya.
Bata sudah melebur karena apinya.
Sejak takrim yang kusematkan lenyap.
Sejak tahta yang kupercayakan kelabu.
Selama waktu itu di sini tak bertuan.
Selama waktu itu di sini tak bertepi.
Jelas kau bukan makhluk astral.
Tapi jiwamu halus menghantui.
Kau tipis, sampai putih mata ini buta menatap.
Ketika kau nyata, ilusi dimana-mana.
Harus semanis apa lagi.
Sampai otakmu beku berprasangka.
Harus sejernih apa lagi.
Hingga semua berakhir damai dan tentram.
Harus sebening apa lagi.
Hingga di alam ini aku bisa diam.
Tanpa usikan nakalmu yang selalu singgah.
Tanpa dayang-dayang sewaanmu.
Kapan kau akan percaya.
Jika kebenaran itu langka dimatamu.
Kapan kau akan berhenti.
Jika kasar saja kau tak mengerti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar