Kamis, 18 Juli 2013

Ilustrasi

Lilin yang kian meleleh itu tak seberuntung lampu- lampu taman yang setia dengan gelapnya malam yang menemani keabadian malam dengan benderang, karena ketidaksempurnaan lilin itu dalam menerangi.

Sekilas hanya 3 atau 4 masa saja kalimat yang sama diwaktu yang sama tak pernah terbaca sama lagi untuk saat-saat yang tak sama. dan tak pernah juga untuk terucap beda disaat yang tak beda.


Biarkanlah bekas-bekas garis putih menjadi hakim dan biarkan saja angin menjadi pengacara yang mungkin adil ketika semua yang telah ada menjadi saksi dipengadilan,




Dikala rembulan dan bintang menjadi pembatas antara insan yang bertanah dengan arwah yang sekilas namun suci tiada tara bersemayam dengan sayatan dan hembusan lembaran kertas berisi tinta hitam bergelombang yang didendangkan sayup-sayup dalam hati tak terdengar jangkrik yang berisik disudut tengah malam, itu nikmat berbeda yang bisa terasa, tak banyak yang beruntung untuk sekejab saja mengehela aroma takjubnya kegelapan sempurna bersama sang ilahi.

Seperti benalu yang mungkin mudah saja berkilah pada penopang tubuhnya yang terlihat layu tapi akarnya menerjang dengan begitu sadis.
Tapi tak pernah terkesan seperti lusuhnya teratai yang digigit dengan kejam oleh ikan-ikan yang tau diri untuk tidak menggeroti teratai itu sampai kepucuk.

Detik-detik yang bermakna tapi tidak pernah. keunikan punya pribadi masing-masing sehingga 3 jam itu akan menjadi 180 menit berakhir di 10800 detik pertama semenjak tahun demi tahun menanti.

Terlebih meletekkan ketika sehelai benang terbagi untuk diselipkan sedikit untaian tali.

3 komentar:

  1. Rancak bana junior ..!
    silahturahmidong http://rangviikoto.blogspot.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. mokasi bnyak senior, oke senior, berkunjung selalu yo senior

      Hapus
  2. Hello....
    keep posting, and make your blog to be a good viewers....
    this Awesome Article....

    BalasHapus