Bayang-bayang jalanan tak lagi ada.
Hanya pantulan lampu kendaraan.
Atau seberkas sinar datang rahasia.
Tersisa sedikit peluh bercucuran.
Belum jua berakhir untuk bergerak.
Masih tersisa waktu untuk berlaku.
Tapi tak sanggup dalam derai hujan.
Hanya sanggup dalam derai badai.
Engku ibarat perantara yang astral.
Tak pernah jelas, bahkan tak tampak.
Seruanmu menakjubkan, selalu begitu.
Hanya beberapa menit untuk diam.
Dan sebentar lagi berlalu sendu.
Harus menanti hidup lagi untuk berjumpa.
Begitulah jalan cerita detik-detikmu.
Ambigu untuk yang tak tau.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar